Begini Pola Penyerangan Pertahanan Sepak Bola

Misalkan dalam formasi (Lihat Gambar Pembuka Artikel) terdapat empat pemain di lini belakang yang terdiri dari dua bek tengah, dan dua fullback. Empat pemain di lini tengah yang terdiri dari dua gelandang tengah, dan dua sayap. Karena permainan sepakbola dimulai dalam situasi 11vs11, maka untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain hanya dapat dilakukan di area tertentu dalam suatu unit. Suatu tim yang memiliki keunggulan atas lawannya akan lebih mudah dalam melakukan eksploitasi atau melakukan pencegahan. Misalkan ketika melawan tim yang bermain dengan garis pertahanan tinggi tentu akan lebih menguntungkan jika memanfaatkan kecepatan Sergio Aguerro dibandingkan Edin Dzeko.

Yang, bahkan, pada kenyataannya, meningkatkan kualitas proses penciptaan peluang itu sendiri. Pertama, krusialnya zona 14 (bagi tim menyerang dalam menciptakan gol) sekaligus zona 5 (bagi tim bertahan dalam melindungi gawang). Overload dengan tipe ini tentu memiliki konsekuensi tersendiri karena akan mengurangi jumlah pemain di area lainnya (underload) di mana dalam kasus ini adalah area sayap. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan penerapan taktik dan strategi lainnya, misalkan pressing, pressing trap, dll.

Ia menempati half-space kiri untuk berjaga bila tim kuning (secara ajaib) mampu melepaskan sebuah umpan diagonal dari kiri ke kanan, kepada right attacking midfielder (RAM). Pemain dari tim merah lainnya yang berada di half-space adalah right center forward (RCF) yang memang sejak awal sengaja mengundang LCM tim kuning untuk mengarahkan umpan kepada LAM. Panah biru lurus menunjukan indikasi arah pressing yang berorientasi pada bola dan opsi umpan. Panah biru terputus merupakan indikasi arah dan titik awal pergerakan pemain. Segi tiga berwarna abu-abu merupakan cover shadow yang menunjukan keberhasilan posisi pemain terkait dalam menutupi jalur umpan pada pemain lawan yang ditempatkan di belakang cover shadow-nya.

Elips kuning merupakan indikasi penjagaan perorangan (man to man marking). Tingginya tingkat fokus tim-tim sekarang untuk berusaha menguasai center, menjadi bukti bahwa center merupakan area potensial untuk menguasai permainan dan juga area yang harus diperhatikan oleh tim bertahan. Dengan mengamankannya, sebuah tim telah banyak mengurangi ancaman lawan. Apakah itu berarti “membiarkan” lawan menyerang dari flank merupakan sesuatu yang lebih aman ketimbang serangan dari area tengah? Bila dikaitakan dengan permainan menyerang, half-space hadir menjadi sebuah ruang yang mampu memberikan dukungan lebih terhadap proses penciptaan gol.

Begitu pula ketika sebuah tim mampu menciptakan keunggulan jumlah pemain dalam suatu unit akan lebih memudahkan untuk melakukan eksploitasi atau antisipasi. Hal ini dikarenakan suatu unit yang kalah jumlah harus mengeluarkan usaha ekstra untuk dapat mengakomodasi aktifitas yang dilakukan suatu unit lawan yang menang jumlah. Sehingga dapat dikatakan bahwa tim yang mampu menciptakan keunggulan secara kuantitatif telah melakukan overload terhadap tim lawannya. Jika boleh saya bilang, ini merupakan kunci taktik di samping taktik terakhir (free roam). Pemain akan ‘dibebaskan’ untuk meninggalkan posnya guna membuat superioritas numerikal pemain di salah satu sisi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *